February 27, 2024


Magazine Daily, Jakarta – Punya produk tapi sulit populer? Atau produknya pernah populer tapi sekarang menghilang seperti ditelan waktu?

Head of Householdcare PT Unilever Indonesia Tbk Veronika Utami mendapat kesempatan untuk berbagi trik supaya suatu produk tetap populer meskipun produk tersebut sudah ada sejak lama.


Sharing pengalamannya itu dilakukan pada saat acara Seminar of Aproaching Entrepreneurial World atau Seminar Pengembangan Wawasan Industri 2017 yang digelar oleh IMTI FTUI di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan, Sabtu (25/2/2017).


Sebagai salah satu pekerja PT Unilever, banyak inovasi yang harus dilakukan dalam memasarkan produk-produk Unilever itu sendiri. Terlebih lagi, produk kebutuhan rumah tangga sudah banyak yang memproduksinya.


"Sekarang merk yang terkenal itu apa saja? iPhone, Dancow, Rinso, mereka terkenal dan bisa bertahan sampai sekarang karena inovasi," jelasnya.


Dia menjelaskan, produk-produk apapun yang bisa bertahan sampai saat ini, dikarenakan berbagai upaya yang dilakukan manajemen perusahaannya. Seperti, produknya yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, serta kemudahan masyarakat dalam mengkonsumsinya.


"Selain kualitasnya bagus, produk itu juga harus mudah didapatkan, dan juga ekonomis," ungkapnya.


Veronika mengungkapkan, sifat konsumen atau masyarakat di Indonesia ini memang unik. Namun, dapat dispastikan, masyarakat Indonesia ingin mendapatkan segala bentuk produk dengan mudah.


Adapun, cara yang biasa dilakukan guna produk suatu perusahaan dapat menjadi pilihan di masyarakat, adalah dengan terus-terus memunculkan produk itu di berbagai media, seperti iklan televisi, brosur, hingga spanduk, hingga melakukan berbagai macam promosi.


"Tapi suatu penetrasi produk itu juga perlu diimbangi dengan sistem distribusinya yang baik, konsumen itu kalau sudah melihat iklan produk berkali-kali, sekali pakai produknya, pasti akan terus menggunakan," ujarnya.


Dia mengungkapkan, strategi bisnis seperti ini bisa dipelajari oleh generasi muda yang masih duduk dibangku kuliah. Bekerja keras dan berinovasi tidak melulu dilakukan pada saat sudah bekerja di suatu perusahaan.


"Jadi sebenarnya ini kesempatan sharing pengalaman kepada teman-teman yang masih berkuliah, harapannya mereka yang masih belajar bisa termotivasi dan mempunyai wawasan dunia kerja dan memberikan nilai tambah pada stakeholder itu apa kira-kira, sehingga ketika masuk ke perusahaan mereka bisa sudah punya gambaran dan mampu beradaptasi dengan baik meskipun kerja di manapun," tandasnya. 

About Author

Leave a Reply